Kamis, 28 April 2011

MEMASANG KABEL UTP DAN BNC PADA JARINGAN KOMPUTER


A.  JARINGAN KOMPUTER PADA SAAT INI
Pada zaman teknologi informasi yang telah maju seperti saat ini, jaringan komputer merupakan sebuah hal yang sudah umum digunakan oleh banyak orang, bahkan mungkin dapat dikatakan bahwa jaringan komputer merupakan sebuah hal yang telah menjadi keharusan bagi sebagian besar bagi para pengguna komputer. Jaringan komputer yang ada pada saat ini pada umumnya lebih banyak menggunakan media kabel (wired) daripada menggunakan media nirkabel (wireless). Hal ini dikarenakan beberapa kelebihan dari media kabel bila dibandingkan dengan media nirkabel, yaitu dalam hal kecepatan transmisi data serta keamanan dari data yang dikirimkan. Pada saat ini terdapat beberapa media yang diklasifikasikan sebagai media kabel (wired) dalam arsitektur network, antara lain :


                   1. Kabel Coaxial   2. Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) 3.  Kabel STP ( Shielded Twisted Pair)

                                          
    1.Kabel SSTP (Screened Shielded Twisted Pair)       2. Kabel FO (Fiber Optic)

    Dari semua media yang telah disebutkan di atas, hanya terdapat 2 media yang sangat lazim digunakan pada jaringan komputer saat ini, yaitu menggunakan media kabel coaxial serta kabel UTP sebagai penghubung antara komputer yang satu dengan yang lainnya sehingga terbentuk suatu jaringan yang saling menghubungkan antara komputer yang satu dengan yang lainnya.Jika dilihat secara lebih mendalam, sebenarnya antara UTP, STP dan SSTP memiliki kesamaan dari jenis kabelnya, yaitu sama-sama terdiri atas 4 pasang kabel yang terdiri atas warna putih orange, orange, putih hijau, hijau, putih biru, biru dan putih coklat, coklat.

    Yang membedakan dari ketiga media tersebut hanyalah pada bagian pelindungnya, dimana UTP tidak memliki pelindung sama sekali, sedangkan STP memiliki pelindung berupa lapisan isolator yang terdiri dari serabut-serabut kabel berlapiskan perak pada bagian kabelnya dan SSTP pada dasarnya memiliki isolator yang sama halnya dengan STP tetapi ditambah lagi dengan isolator pada setiap pasang pilinan kabelnya. Semua isolator tersebut berguna untuk menghindari terjadinya interferensi elektromagnetik, namun dengan adanya isolator tersebut maka akibatnya harga dari kabel tersebut menjadi lebih mahal bila dibandingkan dengan UTP sehingga banyak orang lebih menggunakan UTP daripada STP atau SSTP. Sedangkan kabel fiber optic jarang digunakan dengan alasan konektor yang tidak terlalu universal dan biayanya sangat mahal sekali bila dibandingkan dengan media lainnya, menyebabkan kabel fiber optic sangat jarang digunakan dan lebih sering digunakan hanya sebagai kabel untuk backbone dikarenakan kecepatan transmisi datanya yang sangar cepat dan terbebas dari gangguan interferensi elektromagnetik.  Atas dasar hal tersebut, modul ini akan difokuskan untuk membahas lebih dalam lagi mengenai 2 jenis media yang lebih umum digunakan tersebut, yaitu kabel coaxial dan kabel UTP.



    Kabel Coaxial


    Kabel coaxial pada awalnya banyak dikenal orang sebagai kabel untuk digunakan pada kalangan radio amatir serta banyak digunakan pula sebagai kabel televisi. Kabel coaxial merupakan media kabel yang digunakan pertama kali dalam jaringan komputer sehingga pada saat ini kabel coaxial semakin jarang digunakan dan telah tergantikan oleh kabel UTP, tetapi masih banyak pula jaringan komputer yang menggunakan kabel coaxial sebagai media untuk transmisi data di dalam jaringan komputer, terutama jaringan yang masih menggunakan topologi jaringan berupa linier/bus dan ring. Yang perlu diingat adalah bahwa kabel coaxial sudah tidak digunakan lagi sebagai standar bagi media kabel dalam jaringan komputer.  Kabel coaxial memiliki konektor bernama BNC yang merupakan singkatan dari British Naval Connector.

    Kabel coaxial terdiri dari :
    - sebuah konduktor yang terbuat tembaga
    - lapisan pembungkus dengan sebuah kawat yang berfungsi sebagai ground  bagi kabel
    - sebuah lapisan yang terbuat dari karet yang berfungsi sebagai lapisan paling luar dari kabel coaxial
     Saat ini terdapat dua kategori kabel coaxial yang digunakan sebagai media bagi jaringan komputer, yaitu kabel thin coaxial (10 Base 2) dan kabel thick coaxial (10 Base 5), berikut adalah perbedaan antara kabel thin coaxial dengan kabel thick coaxial :
    Kabel  thin coaxial
    Kabel thin coaxial (RG/U-58) ini merupakan jenis kabel yang banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Agar dapat dipergunakan sebagai perangkat jaringan maka kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat yang terhubung pada jaringan komputer dihubungkan dengan konektor BNC T. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau ThinNet.

    Kabel coaxial jenis ini, jika diimplementasikan dengan konektor T dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
    -  Pada setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm. (diharapkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar)
    -  Panjang maksimal kabel adalah 185 meter per segment.
    -  Pada setiap segment maksimum koneksi terhadap perangkat jaringan adalah  30 perangkat.
    -  Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
    -  Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain.
    -  Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
    -  Panjang minimum antar T-Connector adalah 0.5 meter.
    -  Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 555 meter.
      
    Kabel Thick coaxial
    Kabel thick coaxial (RG/U-8) merupakan kabel yang dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning; kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet, atau bahkan cuma disebut sebagai yellow cable.

    Kabel Coaxial ini  jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut:
    -  Pada setiap ujung diberi terminator 50-ohm (diharapkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang lumayan lebar).
    -  Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung atau berupa populated segments.
    -  Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan.
    -  Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
    -  Maksimum panjang kabel per segment adalah  sekitar 500 meter.
    -  Maksimum jarak antar segment adalahsekitar 1500 meter.
    -  Setiap segment harus diberi ground.
    -  Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat adalah sekitar 5 meter.
    -  Jarak minimum antar tap adalah sekitar 2,5 meter.

    Kabel  thin coaxial digunakan untuk menggantikan keberadaan kabel thick coaxial (thick coaxial tidak digunakan lagi untuk LAN modern). Kabel thin coaxial tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.
    Keuntungan dari kabel coaxial :
    -  Tidak membutuhkan support dari peralatan elektronik lainnya (tidak membutuhkan hub/switch, dll)
    -  Kecil dan fleksibel sehingga memudahkan untuk dipasang
    Kerugian dari kabel coaxial :
    - Harganya mahal
    - Sulit untuk melakukan perubahan jika telah terpasang pada jaringan
    - Sulit untuk melakukan diagnosa permasalahan
    - Jika satu komputer mengalami down, maka semua jaringan akan mengalami down pula, hal ini dikarenakan topologi jaringan yang digunakan oleh kabel coaxial adalah topologi bus/linier dan ring
    - Tidak tahan lama

    Bila dibandingkan antara kabel coaxial dan kabel UTP, maka terdapat perbedaan, yaitu :
    - Hanya dapat berjarak maksimum 185 meter anatara komputer yang pertama dan terakhir
    - Hanya dapat menampung maksimum 30 komputer pada sebuah segmen
    - Harga dari kabelnya lebih mahal



    Kabel UTP
    Pada saat ini, kabel UTP (Unshielded Twisted Pair ) merupakan salah satu jenis kabel yang paling banyak digunakan dalam jaringan komputer. Sesuai dengan namanya, kabel ini  merupakan sebuah kabel yang berisi empat pasang kabel tembaga yang tiap pasangnya dipilin. Tujuan dari kabel yang terpilin tersebut adalah untuk mengurangi kelemahan yang ada pada kabel UTP terhadap gangguan (noise) elektris, baik itu yang berasal dari dalam kabel yaitu pengaruh interferensi antar kabel (crosstalk) dan dari luar kabel yaitu interferensi elektromagnetik (EMI) dan interferensi frekuensi radio (RFI). Kabel ini tidak dilengkapi dengan pelindung (unshielded) seperti yang ada pada STP atau SSTP.  Keempat pasang kabel (delapan kabel) yang menjadi isi kabel berupa kabel tembaga tunggal yang berisolator.  Kode kabel UTP adalah 10 Base T atau 100 Base T.

    Hingga saat ini terdapat tujuh kategori kabel UTP yang umum digunakan, yaitu kabel UTP kategori satu sampai dengan kategori tujuh seperti yang terlihat pada tabel di bawah ini :

    Kategori yang diberikan kepada setiap UTP merupakan spesifikasi untuk masing-masing kabel tembaga dan juga untuk konektor pada masing-masing ujung kabel tersebut. Masing-masing seri merupakan revisi dari seri UTP yang telah ada sebelumnya. Revisi tersebut merupakan perbaikan atas kualitas kabel, kualitas pembungkusan kabel (isolator) dan juga untuk kualitas pilinan untuk masing-masing pasang kabel. Selain itu juga untuk menentukan besarnya frekuensi yang dapat melewati kabel tersebut, dan juga kualitas isolatorsehingga dapat menekan efek induksi antar kabel (noise dapat ditekan seminimal mungkin).

    Kabel UTP CAT1 dan CAT2 tidak digunakan dalam jaringan komputer karena kemampuan transfer datanya sangat rendah. Kabel UTP CAT1 dan CAT2 ini banyak digunakan untuk komunikasi telepon, atau berfungsi sebagai kabel telepon pada umumnya. Sedangkan untuk jaringan komputer digunakan kabel UTP CAT3 sampai CAT7. Kabel UTP CAT3 dapat digunakan untuk komunikasi dengan kecepatan hingga mencapai 10 Mbps. Kabel UTP CAT5 dapat dipergunakan untuk jaringan dengan kecepatan hingga mencapai 100 Mbps dan oleh sebab itulah kabel UTP jenis ini merupakan kabel yang paling umum serta banyak digunakan pada jaringan komputer yang menggunakan kabel UTP. Spesifikasi antara CAT5 dan CAT5 enchanced (CAT5e) mempunyai standar industri yang sama, namun pada CAT5e telah dilengkapi dengan insulator untuk mengurangi efek induksi atau electromagnetic interference. Kabel CAT5e dapat digunakan untuk menghubungkan network hingga kecepatan 1Gbps.



    UTP CAT5 / CAT5e

    Pasangan kabel pertama adalah : putih biru - biru
    Pasangan kabel kedua adalah : putih orange- orange
    Pasangan kabel ketiga adalah : putih hijau - hijau
    Pasangan kabel keempat adalah : putih coklat - coklat

    Konektor yang digunakan untuk kabel UTP CAT5 adalah  RJ-45. (Terlihat pada gambar di bawah)

    Untuk digunakan  dalam jaringan, dikenal 2 buah tipe penyambungan kabel UTP ini, yaitu kabel straight, kabel crossover dan kabel rollover. Setiap jenis koneksi ini memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain, straight cable digunakan untuk menghubungkan antara client dan hub/switch/router  atau hub/switch dan router (pada intinya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan peralatan yang berbeda jenisnya) . Crossover cable digunakan untuk menghubungkan antara client dan client atau digunakan untuk menghubungkan hub/switch dan hub/switch (pada intinya, kabel ini digunakan untuk menghubungkan peralatan yang sama jenisnya).

    Kabel Straight
    Untuk jenis kabel straight, pada intinya adalah menghubungkan kabel dengan warna yang sama antara ujung yang satu dengan yang lainnya (misalnya biru disambungkan dengan biru, putih orange disambungkan dengan putih orange), tetapi ada standard yang biasa dipakai di asia yaitu EIA/TIA-568B.

    Seperti yang terlihat pada gambar :
    ·         Pin nomor 1 merupakan kabel berwarna putih orange
    ·         Pin nomor 2 merupakan kabel berwarna orange
    ·         Pin nomor 3 merupakan kabel berwarna putih hijau
    ·         Pin nomor 4 merupakan kabel berwarna biru
    ·         Pin nomor 5 merupakan kabel berwarna putih biru
    ·         Pin nomor 6 merupakan kabel berwarna hijau
    ·         Pin nomor 7 merupakan kabel berwarna putih coklat
    ·         Pin nomor 8 merupakan kabel berwarna coklat

    Jadi, untuk membuat koneksi kabel straight sesuai standar yang ada, maka pada kedua ujung kabel sama-sama menggunakan urutan EIA/TIA-568B untuk urutan pengkabelannya.

    Kabel crossover
    Untuk jenis kabel crossover,  ada standard yang biasa dipakai di asia yaitu EIA/TIA-568A.  Standard EIA/TIA-568A membalikkan koneksi pasangan kabel berwana orange dan hijau yang ada pada EIA/TIA-568B , sehingga pasangan kabel berwarna biru dan orange menjadi 4 pin yang berada di tengah.

    Seperti yang terlihat pada gambar :
    ·         Pin nomor 1 merupakan kabel berwarna putih hijau
    ·         Pin nomor 2 merupakan kabel berwarna hijau
    ·         Pin nomor 3 merupakan kabel berwarna putih orange
    ·         Pin nomor 4 merupakan kabel berwarna biru
    ·         Pin nomor 5 merupakan kabel berwarna putih biru
    ·         Pin nomor 6 merupakan kabel berwarna orange
    ·         Pin nomor 7 merupakan kabel berwarna putih coklat
    ·         Pin nomor 8 merupakan kabel berwarna coklat

    Jadi, untuk membuat koneksi kabel cross sesuai standar yang ada, maka pada sebuah ujung kabel menggunakan urutan EIA/TIA-568B untuk urutan pengkabelannya dan pada ujung yang lainnya menggunakan urutan EIA/TIA-568A untuk urutan pengkabelannya
    Kelebihan dari kabel UTP :
    -     Teknologi yang paling umum digunakan sehingga banyak orang mengetahuinya
    -     Menggunakan kabel yang sangat murah bila dibandingkan dengan media kabel lainnya
    -     Mudah untuk melakukan penginstalasian
    -     Tidak terjadi gangguan pada komputer lain dalam jaringan jika terdapat satu komputer yang mengalami permasalahan, hal ini disebabkan oleh topologi jaringan yang digunakan oleh UTP berbentuk star (bintang).


    Kekurangan dari kabel UTP :
    -     Dapat terkena interferensi elektromagnetik maupun interferensi frekuensi radio
    -     Memiliki keterbatasan jarak

    Bila dibandingkan antara kabel  UTP dan kabel coaxial, maka terdapat perbedaan, yaitu :
    -     Panjang maksimal kabel UTP untuk dapat bekerja secara optimal adalah kurang dari 100 meter dan panjang minimal kabel UTP untuk dapat bekerja secara optimal adalah lebih dari 2 meter.
    -     Harga dari kabel UTP lebih murah daripada kabel coaxial
    -     Jaringan yang menggunakan kabel UTP harus menggunakan hub/switch sedangkan dengan menggunakan kabel coaxial, hal tersebut tidak perlu dilakukan karena terdapat BNC Tee)

    B.     BAHAN DAN PERALATAN YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MEMASANG KABEL UTP
    1.      Crimping Tool


         
    Crimping tool merupakan alat yang berfungsi untuk memasang konektor RJ-45 pada kabel UTP. Pada beberapa crimping tool, selain digunakan untuk memasang konektor RJ-45, dapat pula digunakan untuk memasang konektor RJ-11 maupun RJ-22. Crimping tool yang ada saat ini memiliki bentuk yang bermacam-macam mulai dari yang kecil (hanya memiliki fungsi untuk mengcrimping RJ-45) hingga yang besar (dapat memotong, mengupas kabel dan mengcrimping berbagai jenis konektor). Seperti terlihat pada gambar ada beberapa contoh dari crimping tool, namun yang umum digunakan di Indonesia adalah crimping tool yang pertama dan yang ketiga. Disarankan untuk menggunakan crimping tool yang cara kerja crimpingnya adalah menekan (seperti pada crimping tool yang ketiga dan keempat) karena memiliki hasil yang lebih baik bila dibandingkan dengan crimping tool yang cara kerjanya seperti tang (crimping tool yang pertama dan kedua).

    2.       Network Tester
                         

    Network tester adalah alat yang digunakan untuk mengecek konektivitas kabel utp yang telah berhasil dicrimping atau kabel coaxial yang telah dipasangi oleh konektor bnc. Untuk kabel utp, terdapat 2 network tester, yaitu network tester yang dapat untuk dipisah (pada umumnya digunakan untuk mengecek konektivitas kabel yang jauh atau kabel yang telah terpasang) dan network tester yang tidak dapat dipisah (digunakan untuk mengecek wiring map kabel yang baru dibuat). Network tester yang dapat dipisah umumnya menggunakan lampu led untuk mengecek konektivitas tiap kabel yang terpasang sedangkan network tester yang tidak dapat dipisah umumnya menggunakan sistem digital dalam pengecekannya. Pada gambar di atas, network tester yang dapat dipisah tampak pada gambar nomor 1 dan 2, sedangkan network tester yang tidak dapat dipisah tampak pada gambar nomor 3.

    3.   Tone Generator

                  
    Tone generator adalah alat yang digunakan untuk melakukan tracing (pendeteksian) pada posisi manakah kabel LAN tersebut putus, alat ini sangat berguna pada kabel-kabel yang telah terpasang sehingga tidak perlu melakukan penggantian pada seluruh kabel hanya perlu melakukan penggantian pada sebagian atau penyambungan ulang pada kabel yang putus tersebut.

    4.   Konektor RJ-45


    Konektor RJ-45 berfungsi untuk menghubungkan antara kabel LAN (CAT 5e atau CAT 6) dengan LAN Card. Pada umumnya konektor RJ-45 ini bermerk AMP. Pada ujung konektor ini terdapat tembaga yang berfungsi sebagai konduktor antara inti kabel dengan konduktor pada LAN Card.

    5.   Kabel UTP 


    Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair ) merupakan salah satu media koneksi antara satu peralatan dengan peralatan lainnya dengan menggunakan perantara media kabel tembaga. Misalnya antara komputer dengan switch atau antar switch. Penjelasan lebih lanjut mengenai kabel UTP terdapat pada bagian atas dari modul ini.

    6.   LAN Card UTP
                                 

    LAN card ( disebut juga NIC – Network Interface Card ) merupakan salah satu perangkat keras yang dibutuhkan komputer agar komputer dapat terhubung dengan jaringan. LAN card dapat berupa perangkat yang terpisah dari motherboard atau dapat juga sudah tergabung di motherboard ( built in ). LAN card didesain sedemikian sehingga mempunyai MAC address yang unik, artinya tidak ada dua LAN card yang mempunyai MAC address yang sama.LAN card yang paling sering digunakan pada saat ini  adalah LAN card UTP. LAN card UTP adalah perangkat keras komputer yang digunakan sebagai media perantara untuk menghubungkan kabel UTP dengan komputer. Dengan memasukan ujung kabel UTP (yang telah dibungkus oleh konektor RJ – 45) ke dalam LAN card, komputer dapat terhubung dengan suatu jaringan sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer lain yang ada dalam jaringan tersebut.



    C.     BAHAN DAN PERALATAN YANG PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK MEMASANG KABEL COAXIAL

    1.   Konektor BNC


    Konektor BNC adalah konektor yang digunakan sebagai terminal dari kabel coaxial. Konektor BNC ini digunakan untuk menghubungkan kabel coaxial dengan LAN card yang mendukung adanya konektor BNC.

    2.   BNC Terminator 50 Ohm




    BNC Terminator 50 Ohm berfungsi sebagai terminal penutup dalam rangkaian jaringan yang menggunakan kabel coaxial. Alat ini digunakan untuk menutup port dari passive hub yang tidak digunakan, passive hub adalah konektor dengan 4 port menggunakan konektor jenis BNC, yang digunakan sebagai pusat perkabelan yang datang dari workstation. Port yang tidak terpakai harus di terminate.

    3.   Konektor T (Tee) BNC




    Konektor TEE BNC merupakan gabungan dari 3 konektor BNC. Konektor ini mempunyai bentuk menyerupai huruf T. Konektor BNC bisa berupa gabungan 3 konektor BNC yang sejenis ( female maupun male ) ataupun kombinasi antara konektor BNC male dan female. Pada gambar di samping, dicontohkan konektor BNC dengan kombinasi 2 konektor BNC female ( terdapat pada ujung kanan dan kiri ) dan satu konektor BNC male ( terdapat pada tengah – tengah). Kegunaan dari konektor TEE BNC ini adalah sebagai terminal dari kabel coaxial dengan daya tampung yang lebih banyak daripada konektor BNC biasa. Digunakan untuk menghubungkan antar kabel coaxial dan menghubungkan kabel coaxial dengan LAN card BNC


    4.   Kabel Coaxial



    Kabel coaxial terdiri dari dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dibalut dengan sekat dan dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwidth tinggiBerdasarkan ukuranya, kabel coaxial terdiri dari dua jenis :

    ·            Kabel coaxial gemuk ( thick coaxial cable )
    Kabel coaxial gemuk biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet ( disingkat : ThickNet ). Kabel ini mempunyai diameter sekitar 12 mm dan biasa diberi warna kuning. Karena warnanya yang kuning ,maka kabel ini juga disebut yellow cable. Pada ujung kabel ini diterminasi dengan BNC terminator 50 ohm. ThickNet dapat menjangkau sejauh 500 meter. Thicknet menggunakan spesifikasi Ethernet 10 base 5.
    Kelebihan          :
    ·      Interferensi noise kecil
    ·      Jangkauan lebih luas
    ·      Mampu menampung sampai 100 jaringan ( termasuk repeater )
    Kekurangan :
    Mahal dan sulit penginstalannya 

    ·            Kabel coaxial kurus ( thin coaxial cable )
    Kabel ini banyak dipergunakan pada radio amatir. Akan tetapi dapat juga digunakan dalam jaringan dengan syarat memenuhi standard IEEE 802.3 10 base 2. Diameter kabel ini kira – kira 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Kabel ini juga disebut sebagai thin Ethernet atau ThinNet. Setiap ujung kabel diberi terminator 50 ohm. ThinNet hanya dapat menjangkau sampai 185 meter.
    Kelebihan :
    Murah dan mudah dalam instalasinya
    Kekurangan :
    ·      Interferensi noise besar
    ·      Jangkauan sempit
    ·      Hanya dapat menampung 30 komputer

    5.   BNC Network Tester


                                                                                          
    Network tester adalah alat yang digunakan untuk mengecek konektivitas kabel utp yang telah berhasil dicrimping atau kabel coaxial yang telah dipasangi oleh konektor bnc. Untuk kabel coaxial, hanya terdapat 1 jenis network tester, yaitu network tester yang dapat dipisah (pada umumnya digunakan untuk mengecek konektivitas kabel yang jauh atau kabel yang telah terpasang). Network tester yang dapat dipisah umumnya menggunakan lampu led untuk mengecek konektivitas kabel yang terpasang. Pada gambar di atas, tampak gambar BNC network tester yang dapat dipisah

    6.   Lan Card dengan konektor BNC


    LAN card BNC mempunyai komponen yang sama dengan LAN card UTP. Perbedaan utamanya, LAN card UTP dia menghubungkan kabel UTP dengan komputer sedangkan LAN card BNC menghubungkan kabel coaxial dengan komputer. Dengan perbedaan kabel tersebut, maka penghubung yang ada pada kedua LAN card itu menjadi berbeda pula. LAN card UTP mempunyai lubang dengan bentuk yang kompatibel dengan RJ45 sedangkan LAN card BNC menggunakan konektor BNC yang memang kompatibel dengan kabel coaxial. Dengan memasukan ujung kabel coaxial yang telah diberi konektor BNC ke dalam konektor BNC pada LAN card maka komputer akan dapat terhubung dalam suatu jaringan sehingga memungkinkan untuk berkomunikasi dengan komputer lain yang ada dalam jaringan tersebut.